10/03/08

Siapa aku ?

Hari ini ada pelajaran olah raga.
Dan materi olah raganya itu rikujou.

Pada tau ngga apa itu rikujou ?

Rikujou itu semacam lompat tinggi gitu deh.

Nah, permasalahannya gue ngga pernah
ngelakuin hal kayak gini sebelumnya.
Ditambah lagi gue itu korban MKKBS alias
Masa Kecil Kurang Bahagia Sekali.
Jadinya gue jarang nyobain yang
namanya lompat tali (baca : merdeka !)
Padahal lompat tali itu merupakan bekal
penting kalau emang mau bisa rikujou.

Sudahlah...ganti topik saja !

Kemarin pas di tempat bimbel, ada tes kepribadian.

Menurut kalian gue masuk tipe yang mana :

a. sanguinis
b. phlegmatis
c. koleris
d. melankolis
e. gabungan

Yang bisa nebak dapat hadiah menarik dari gue.

05/03/08

Musim Hujan..?

Musim hujan sebetulnya bikin bencana atau malah justru membawa nikmat?
Wah...ini betul-betul pertanyaan yang sulit sekali untuk dijawab.

Bagi orang-orang taat beragama pasti bilangnya, hujan itu membawa nikmat.
Pepatah mengatakan di setiap tetes air hujan terdapat nikmat Allah.
Sementara bagi orang-orang yang tinggal di daerah rawan banjir,
menurut mereka hujan itu bikin mereka repot mampussss.....
Soalnya mereka jadi kebanjiran deh! (garing banget ya?)

And, bagi gue sendiri musim hujan bisa membawa berkah sekaligus bencana.
Terkandung sikonnya aja.

Dengan adanya musim hujan, sekolah jadi dingin. So, kalau AC mati ngga
begitu kepanasan. Gerbang sekolah pun tutup lebih lama. Jadi kalau datang
terlambat ngga begitu bermasalah. Hehe... =)

Tapi dengan semakin dinginnya udara, frekuensi gue untuk pergi pip*s
jadi semakin bessssssaaaarrrr...............
Gue sendiri ngga mengerti kenapa bisa kayak gitu.

In the end, gue jadi malu nih ngomong tentang kayak gini.
Ohh....you make me blush!

Guru-guru

Seperti biasa gue mengikuti BK (Bimbingan Konseling) setiap hari Rabu.
Dan ooooooooooo...................
ABSURD sekaleeeeeeeeeeeeee........................

Guru BK gue mengatakan,
"Kelas kalian itu yang paling pasif. Guru-guru yang lain bilang kanlau mereka nge-lontarin joke kalian ngga pernah merespon. Pasti diem aja. Mereka sampai melakukan observasi lho! Dan dikelas lain joke mereka selalu dapat respon. Anak-anaknya tuh pada ketawa gitu. Nah, kelas kalian sendiri aja yang beda".
(dengan sedikit perubahan)

What???? Gue amat sangat tidak terima sekali dibilang begitu. Menurut analisis gue, kesalahan terletak pada sikap guru-guru tersebut. Kalau ngajarnya aja udah bikin bete, gimana kita mau nge-respon mereka?

Terkadang gue ngga ngerti jalan pemikiran orang dewasa yang cenderung memonopoli dan egois. Emang maunya apa seeh? Perasaan kita udah ngikutin semua keinginan mereka. Tapi merekanya aja yang banyak mau. Apalagi sama guru yang gampang ngambek, keki banget deh gue (Duh, gue jadi esmosi!)

Udah segitu dulu ya....
Gue harus pulang. Soalnya udah diusir sama ibu penunggu perpustakaan sekolah gue yang tercinta.
Thanks dah ngebaca tulisan gue.


03/03/08

Do You Know?

It would be nice if we could put away and throw out
everything except what really mattered, but
reality is just cruel.

I was frightened by the long, long nights
I prayed to the distant stars

Round and round in looping time
We are searching for love
For we want to grow stronger and stronger
We still look up to the high skies today

Inilah gambar-gambarnya

gue mau ngelihatin beberapa gambar dari manga-anime
kesukaan gue nih....




Akhirnya...

Ukh...rasanya gue ngga bakalan sanggup nulisin semua hal yang ada
di pikiran gue ke blog ini.

Soalnya gue tuh terlalu absurd orangnya. Jadinya mungkin menurut
sebagian orang bahasa gue nge-malesin gimanaaaa gitu.

Anyway, nikmatin aja ini sebagai curhat panjang tak menentu dari gue.



So, please welcome to my world.
(kok, jadi kayak lagu simple plan?)

Respect

Merasa dihargai adalah sesuatu yang sangat penting.
Mengapa? Karena dengan dihargai seseorang akan
merasa diperhatikan dan dianggap dalam hidup ini.

Tidak menghargai seseorang merupakan sebuah
kesalahan fatal. Orang yang tidak kita hargai bahkan
bisa menjadi depresi akibat ulah kita itu.

Dengan menghargai seseorang, kita bahkan bisa
menyelamatkan dia dari jurang penyiksaan
psikologis dirinya.

Ujung dari semua penderitaan mental adalah merasa tidak dihargai.
Dan untuk menghargai, dibutuhkan suatu kesadaran dari dalam hati.

Juga usahakanlah untuk melihat seseorang dengan menggunakan hati
kita. Tidak menggunakan akal. Dan tidak juga dengan manggunakan
mata. Ingatlah pepatah lama ini :

"Hati dapat melihat dan menembus apa yang tak terlihat"




nb :
Asal kalian tahu ya...
Saya sudah membuktikan hal ini!

02/03/08

Sepatah kata???

Well, well,,,

Setelah kemarin ber-norak-ria, sekarang saatnya untuk serius.
Di blog ini, gue akan mencurahkan apa saja yang ada dalam
pikiran gue. (sesuai dong sama judulnya!)

O iya...gue mau minta maaf nih!
Kemarin tuh gue saltik gitu. Untuk selanjutnya, diusahakan
supaya ngga salah-salah lagi. (ayo...mana kelingkingnya?)

By the way, siapapun kalian bebas memberikan comment atas
tulisan gue. Namanyah jhugah manusiah phastih hadah khilafnya.


AAAAAAARRRGGGHHHHHH.....
daripada gue tambah aneh, udahan dulu deh!